Tujuan utama dari gerakan Mei 1998 adalah Revolusi Demokratik. Revolusi ini akan membuka ruang-ruang demokrasi yang selama Orde Baru tersumpal. Orang tak bisa bebas bersuara, berserikat dan berkumpul. Lembaga-lembaga ekstra yudisial seperti Kopkamtib hadir untuk mematai-matai rakyat. Akibatnya, rakyat terterungku dalam kandang kedikatoran. Inilah yang dijebol oleh Revolusi Demokratik. Revolusi Demokratik memang...
BERKAH 27 TAHUN REFORMASI: BANTENG DAN KASEBUL HANCUR LEBUR
Salah satu berkah peringatan reformasi kali ini adalah hancur leburnnya Banteng. Partai ini, yang berkuasa karena riba reformasi, ketika berkuasa selalu berusaha memukul mundur demokrasi. Ketiika Mega berkuasa, daerah operasi militer diterapkan di Aceh. Berdarkan laporan Ikhyar Velayati—kader PRD yang pernah tinggal di Aceh—selama menjadi daerah operasi militer, ribuan rakyat...
19 MEI MEGAWATI MEMBORBADIR ACEH
Tengah malam atau jam 00.00, 19 Mei 2003, Megawati menandatangi keputusan yang membuat rakyat Aceh terkekung di kampung sendiri. Dengan tangan dingin, Mega mengesahkan operasi militer di Aceh. Tak kurang 30.000 serdadu di kirim ke Tanah Rencong lengkap dengan bedil, panser, pesawat tempur dan semangat membunuh. Tak cukup dengan itu,...
KITA SEMUA BERHUTANG BUDI PADA GENERASI REVOLUSIONER KPRP
Kita, sebagai wujud terima kasih patut mengalungkan karangan bunga melati kepada generasi revolusioner KPRP (Komite Perjuangan Rakyat Untuk Perebuhan). Tanpa kehadiran KPRP, mungkin kita masih berada dalam cengkraman Orde Baru. Tanpa KPRP, bisa jadi kita masih dalam zaman kegelapan kediktatoran militer. Sebagai bangsa yang beradap, sekali lagi kita patut memberikan...
BU “S” DAN ROMO”W” YANG DILUPAKAN DI BUKU MENDONGKEL KURSI SANG TIRAN
Cacat fatal penulisan buku sejarah adalah tidak menuliskan orang yang telah memberimu makan dan menolong hidupmu. Inilah yang terjadi pada penulisan buku Mendongkel Kursi Sang Tiran. Bu S dan Romo W tak ada di buku ini. Bapa kami yang ada di surga. Maafkan generasi kami yang dengan enteng melupakan orang...
SUSI DITENGGALAMKAN DI BUKU MENDONGKEL KURSI SANG TIRAN
Susi Carolin tak hadir di buku Mendongkel Kursi Sang Tiran. Padahal, bersama Manik Wijil, dia yang pertama-tama ikut aksi mogok makan. Susi merupakan mahasiswi Fakultas Filsafat UGM, seangkatan dengan Dhohir Farizi. Sembari kuliah dia kerja di laundry bagian setrika. Sejak SMA di Jakarta, Susi sudah bertautan dengan gerakan Kiri. Sewaktu...
RAMALAN ADMO TENTANG BERDIRINYA KPRP
Sejak akhir 1996, Manik Wijil Sadmoko atau dengan nama sapaan Admo sudah meramalkan akan muncul organisasi bernama KPRP (Komite Perjuangan Rakyat Untuk Perubahan). Awalnya, saya menganggap hal ini sebagai guraun saja. Setelah rapat organiser mahasiswa KPK PRD Yogyakarta yang batal, Admo menyampaikan ramalan itu. Rapat digelar di kost Admo yang terletak...
HILANGNYA NAMA LINA DARI BUKU MENDONGKEL KURSI SANG TIRAN
Setelah membaca buku Mendongkel Kursi Sang Tiran untuk yang kesembilan kalinya, saya baru sadar tidak ada nama Lina. Apakah ini kesengajaan yang dilakukan Kiswondo? Dalam sejarah yang masih disusun secara patriakis, seringkali sosok-sosok perempuan ditenggelamkan. Padahal peranan Lina sangat besar dalam sejarah KPRP. Tanpa Juliet tak akan ada Romeo. Tak...
DARI MERAH SAJA KE MERAH JAMBU: MELONGOK SEJARAH KPRP
Hanya dua kata untuk buku berjudul Mendongkel Kursi Sang Tiran: keren,man! Tapi karena saya dibayar untuk mengulas buku ini, tentu dua kata saja tidak cukup. Buku ini dibuka dengan pengantar yang super keren. Kata pengantar itu diberi kepala: Keberanian Itu Entah Datang dari Mana. Ini kata pengantar terbaik yang pernah...
KASEBUL VS GMNI BEREBUT KURSI SEKJEN DI KANDANG BANTENG
Internal Banteng sedang memanas. Kubu Kasebul (kaderisasi sebulan) didikan Pater Beek yang dipimpin Hasto Kristianto tak mau menyerah. Kasebul yang merupakan faksi Katolik fundamentalis tetap berusaha mempertahankan dominasinya di Partai Banteng. Sejak Hasto diterungku KPK, faksi Kasebul memang melemah,namun bukan berarti pasrah. Mereka tak mau kursi nomor dua di Banteng...










