JOKOWI DAN PSI: SATU URAT, SATU ZAT

Dalam politik Indonesia, Jokowi merupakan arus utama. Kehadirannya dalam kancah politik membalikkan analisa-analisa politik konvensional bahwa tokoh politik penting hanya bisa hadir dari keturunan darah biru dan keluaran Akademi Militer di Lembah Tidar. Jokowi berbeda dengan pendahulunya, Soeharto, Gus Dur, Megawati dan SBY. Jokowi berasal dari rakyat kebanyakan yang pernah hidup di bantara sungai, tapi dengan kemampuan berpolitiknya, bisa menjadi presiden.

Dalam kultur masyarakat Jawa, Jokowi dikatagorikan sebagai keturunan “lembu peteng”. Tokoh “lembu peteng” yang terkenal dan menjadi legenda adalah Ken Arok, pendiri dinasti Singasari yang anak cucunya berhasil mendirikan imperium Majapahit. “Lembu peteng” merupakan sebutan untuk rakyat jelata yang berhasil berkuasa. Tokoh politik dalam katagori “lembu peteng” sulit untuk dikalahkan karena sudah ditempa oleh berbagai pengalaman hidup yang tak pernah mudah. Jokowi hadir seperti itu. Memulai karier sebagai pekerja, pengusaha, walikota, gubernur hingga menjadi presiden. Setiap tahapan merupakan tempaan yang keras sehingga semakin mematangkan Jokowi dalam perpolitikan.

Pidato Jokowi di Rakernas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Makassar, membuat horeg berbagai kalangan. Kemampuan Jokowi dalam berpolitik selalu membuat kawan maupun lawan segan. Kelebihan Jokowi selalu hadir di tengah-tengah rakyat, menyapa dan mengajak bercengkrama. Energi Jokowi dalam turba (turun ke bawah) belum bisa ditandingi tokoh politik manapun. Selama menjadi presiden hampir semua kabupaten di Indonesia sudah didatangi. Metode “blusukan” ditiru hampir semua politisi. Saking populernya kata “blusukan”sekarang masuk dalam lema Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Dalam pidatonya Jokowi dengan gamblang menyatakan bahwa kunci keberhasilan adalah dengan turun langsung ke rakyat. Jokowi dengan jelas menyampaikan bahwa rakyatlah tulangpunggung kekuatan politik. Apa yang disampaikan Jokowi sama dengan yang dinyakan Mao Tse-Tung, bahwa “kekuatan utama yang menggerakkan sejarah adalah massa rakyat, hanya massa rakyat.” Tali ikatan dengan rakyat inilah yang mesti diperkokoh. Jangan sampai kader-kader PSI jauh dari rakyat. Bila partai politik bisa melakukannya, ia akan lahir sebagai kekuatan besar. Dan, dengan tanpa tedeng aling-aling Jokowi akan memperjuangkannya bersama PSI.

Pidato Jokowi semakin memperlihatkan bahwa antara Jokowi dan PSI—meminjam petilan puisi Chairil Anwar—satu zat, satu urat. Artinya, sudah menyatu dan manunggal. Antara Jokowi dan PSI merupakan satu kesatuan yang akan berlayar bersama-sama: “bertolak & berlabuh” menuju kemenangan.

Manunggaling Jokowi dan PSI bukan sekadar fisik, namun juga elan pembangunan yang telah dirintis oleh Jokowi. PSI akan mengawal dan membumikan program-program kerakyatan Jokowi, mulai dari kesehatan hingga pendidikan gratis.  Pun, pembangunan infrastruktur yang mengikat bangsa ini dalam visi Indonesiasentris. Program-program tersebut saat ini dilanjutkan oleh pemerintahan Prabowo. Dan, PSI akan berada di barisan paling depan untuk menyukseskannya.  

Tentu saja pernyataan Jokowi membuat banyak pihak tersayat, terutama kandang Banteng. Mereka sangat paham Jokowi telah berhasil membawa Banteng keluar dari kerpurukan. Bila Jokowi bersenyawa dengan PSI, mereka sadar betul akan menjadi puting beliung dalam perpolitikan Indonesia. Dengan muka pucat, Guntur Romli, politisi Banteng, mengatakan, “Ini menunjukkan Jokowi bukan tauladan yang baik sebagai tokoh politik, karena dia hanya mementingkan terus berkuasa.” Pernyataan penuh ketakutan Guntur Romli melihat tekad Jokowi untuk berjuang mati-matian bersama PSI, memperlihatkan kubu Banteng semakin sadar masa senjakala sudah semakin dekat. Kita sadar, Banteng hanya ditopang oleh Megawati yang semakin rapuh dan uzur.

Sebagai magnet politik, Jokowi akan menyeret kekuatan besar untuk masuk dalam kapal PSI. Sebagai Partai Super Terbuka,  PSI tentu akan menerima siapa saja yang setujuan menuju dermaga kemenangan. PSI akan menyingkirkan monster penghalang. Pada akhirnya, berani berjuang berarti berani untuk menang.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *