Begitu dilantik menjadi presiden, Gus Dur langsung mendatangi sastrawan Pramoedya Ananta Toer. Gus Dur juga meminta maaf atas apa yang terjadi pada Peristiwa 1965. Tak berhenti sampai di situ, Gus Dur juga mendorong agar Tap MPRS XXV/MPRS/1966 untuk dicabut. Saat itu, segala langkah rekonsiliasi nasional yang coba dirintis oleh Gus Dur...
UPAYA PRABOWO MEMBANGUN ALIANSI SELATAN SELATAN
Dalam novel Arus Balik karya Pramoedya Ananta Toer, dinariskan bagaimana arus modal dan peradaban mengalir. Awalnya arus itu bergerak dari Selatan ke Utara. Nusantara pada era imperium Majapahit membawa kemajuan ke Utara. Namun, ketika Majapahit runtuh, arus balik terjadi. Bangsa-bangsa dari Utara membawa kolonialisme ke Nusantara. Ada sosok bernama Wiragaleng...
PRABOWO SUDAH TEPAT: PERANG HARUS DIHENTIKAN
Tatkala menghadapi krisis, ada dua jalan yang akan ditempuh oleh kapitalisme: neo-liberalisme dan perang. Sebetulnya ada jalan ketiga sebagai alternatif, tapi tak mungkin dipilih oleh kapitalis, yaitu: sosialisme. Neo-liberalisme merupakan resep kapitalisme agar mereka terhindar dari krisis. Namun tak semua negara mau menerapkan resep ini karena terbukti hanya menguntungkan negara...
OLIGARKI GEREJA DAN KOMPENI: PENIKMAT TAMBANG TERBESAR DI NEGERI KAMI
Doa Columbus merupakan puisi yang dianggit oleh Walt Whitman. Ditulis pada akhir 1873, lantas diterbitkan dan dpada tahun 1874. Salah satu baitnya berbunyi: Aku tidak dapat beristirahat, ya Tuhan— aku tidak dapat makan, minum, atau tidur, Puisi tersebut menggambarkan perjalanan Columbus mencari Dunia Baru. Tentu saja pelayaran membelah samudera yang ganas itu...
SUDAH LAMA KEKAYAAN ALAM KITA DIRAMPAS OLEH GEREJA DAN KOLONIALISME
Pidato Prabowo Subianto bahwa Belanda telah menggondol kekayan bangsa Indonesia adalah kenyataan sejarah. Kompas TV menuliskan: "Menurut Prabowo, jika dikonversi dengan nilai uang saat ini, besarnya kekayaan Indonesia yang diambil saat itu mencapai USD31 triliun." Jumlah itulah yang bisa membuat Belanda menjadi negara maju seperti saat ini. Di Indonesia, penjajahan...
PROPAGANDA BARAT DI BALIK HEBOH RAJA AMPAT
Dalam bukunya Propaganda, Edward Bernays mengungkapkan: "Kita diperintah, pikiran-pikiran kita ditata, selera-selera kita dibentuk, gagasan-gagasan kita dimodelkan, terutama oleh orang-orang yang tak pernah kita kenali." Hal yang disampaikan Bernays terjadi dalam segala bidang, termasuk ekonomi-politik. Bernays bukan semata teoritikus propaganda, tetapi juga seorang propagandis. Pada tahun 1953, Bernays direkrut oleh pemerintahan...
KAUM MOOI INDIE ANTI HILIRISASI
Kaum mooi indie yang didanai Barat berkedok kecintaan pada alam, mencoba mengganjal dan mengganggu program hilirisasi pemerintahan Prabowo. Kita tahu penganut mooi indie adalah pemuja Indonesia molek. Mereka kelanjutan dari romantisisme yang berkembang di Eropa pada abad ke-19. Bagi mereka, alam tak boleh dijamah agar tetap alami sebagaimana Tuhan pertama...
KIRI TAK LAGI KERE
Selain sukses dalam acara peluncuran buku Mendongkel Kursi Sang Tiran, acara KPRP (Komite Perjuangan Rakyat untuk Perubahan) di Akademi Bahagia menunjukkan satu hal: Kiri tak bisa lagi diasumsikan dengan kehidupan yang kere. Sejak era post moderisme, terjadi pergeseran ideologi Kiri. Dulu Kiri selalu dihubungkan dengan negara dengan kehidupan yang pas-pasan...
APA YANG TERSISA DARI PELUNCURAN BUKU MENDONGKEL KURSI SANG TIRAN
Drs. Akuat tampil prima menjadi pembawa acara peluncuran buku Mendongkel Kursi Sang Tiran. Sayang dia tidak bisa menyanyikan lagu campur sari seperti Putut EA. Padahal sekarang era campur sari. Kekurangan drs. Akuat cuma itu, selainnya adalah kelebihan. Sambutan demi sambutan silih berganti. Buku diluncurkan dalam suasana senja yang meremang. Tenda...
KITA SEMUA KEHILANGAN ADMO
Manik Wijil Sadmoko sampai saat ini belum ditemukan. Kita patut khawatir akan kebahagiannya. Lelaki kelahiran Kecamatan Karangmojo, Gunung Kidul, sudah lama tak dijumpai oleh kawan maupun lawannya. IKOHI semestinya turun tangan menemukan keberadaannya. Bisa jadi lelaki dengan panggilan Admo ini disembunyikan. Jangan sampai nasib Admo seperti Atmo Karpo dalam sajak...










