DALAM buku Soe Hok Gie, Di Bawah Lentera Merah: Riwayat Sarekat Islam Semarang 1917-1920, ada catatan yang nyempil. Sepertinya remeh. Kalau tak jeli membacanya akan terlewati; sering kali kita lebih terangsang oleh kata semacam ‘berontak’ atau mungkin ‘mogok.’ Gie menandainya dengan kepala: Wabah Penyakit Pes. Apa kelindan antara pes dan Sarikat Islam [SI] Semarang? Pes,...

